Pantau Stok Serta Harga Bapokting, DKUMPP Banjar Sasar Agen dan Distributor di Tiga Kecamatan
MARTAPURA, InfoPublik – Dalam rangka pengendalian inflasi daerah, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar menggelar pemantauan stok dan harga bahan pokok dan penting (bapokting) langsung ke tingkat agen dan distributor di tiga Kecamatan.
Pemantauan hari
pertama menyasar sejumlah agen dan distributor di Kecamatan Gambut dan Kecamatan
Kertak Hanyar. Tim bergerak ke gudang-gudang penyimpanan untuk memastikan
ketersediaan pasokan 20 komoditas pangan strategis sesuai pantauan IPH, di
antaranya beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, serta bawang merah dan
bawang putih.
Hari kedua, pemantauan
dilanjutkan ke agen dan distributor di wilayah Kecamatan Aluh-Aluh. Petugas
melakukan pengecekan stok di gudang, arus barang masuk-keluar, serta harga jual
dari distributor ke pedagang pengecer. Dialog juga dilakukan untuk
mengidentifikasi potensi hambatan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga
di tingkat konsumen.
Plt. Kepala
DKUMPP Kabupaten Banjar menegaskan bahwa pemantauan ke hulu rantai pasok ini
penting untuk deteksi dini.
“Dengan turun
langsung ke agen dan distributor, kita bisa tahu kondisi stok sebenarnya dan
mengantisipasi gejolak harga sejak awal. Hasilnya, stok 20 komoditas bapokting
di tiga kecamatan ini relatif aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat,” jelas Linda, Kamis (16/4/2026).
Linda menjelaskan, dari hasil pemantauan dua hari tersebut, tidak ditemukan indikasi
penimbunan. Distribusi barang dari agen ke pengecer berjalan lancar. Terdapat
kenaikan harga pada komoditas minyak goreng dan telur di tingkat distributor,
hal ini akan menjadi atensi dalam Rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
“Kegiatan ini merupakan implementasi Perpres 66 Tahun 2021 tentang peran pemerintah daerah dalam stabilisasi harga pangan serta tindak lanjut Rakor Pengendalian Inflasi Mingguan Kemendagri. DKUMPP Kabupaten Banjar akan terus memperkuat pemantauan hingga ke level distributor sebagai langkah preventif menjaga daya beli masyarakat,” pungkasnya.
