Rakor TKPK 2026 Beruntung Baru Digelar, Camat Tekankan Kolaborasi Tuntaskan Kemiskinan
BERUNTUNG BARU, InfoPublik – Dalam upaya penguatan strategi
percepatan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru
menggelar Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK)
Tahun 2026, di Aula Kecamatan Beruntung Baru (15/4/2026) pagi.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran unsur pimpinan kecamatan
(Muspika) dan instansi terkait. Kegiatan yang diinisiasi oleh Kasi
Kesejahteraan Sosial Khairil Anwar ini dibuka secara resmi oleh Camat Beruntung
Baru, Wahidin Noor.
Wahidin Noor menegaskan bahwa TKPK Kecamatan memiliki peran
vital sebagai pusat koordinasi penanggulangan kemiskinan di wilayah.
“Semua program dari pusat sampai daerah harus dikawal TKPK
agar tepat sasaran. Data harus akurat, intervensi harus konvergen, dan desa
menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan. Target kita jelas, menurunkan
angka kemiskinan dan menuntaskan kemiskinan ekstrem,” tegas Wahidin Noor.
Bertindak sebagai narasumber, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB
Kabupaten Banjar Hj. Erny Wahidin, memaparkan strategi dan kebijakan
penanggulangan kemiskinan daerah. Ia menekankan pentingnya pemutakhiran Data
Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara berkala.
“DTKS adalah pintu masuk semua program perlindungan sosial.
Validasi di tingkat desa dan kecamatan harus rutin, partisipatif, dan bebas
dari kepentingan. Dengan begitu, bantuan dan pemberdayaan benar-benar menyentuh
warga yang berhak,” jelas Dr. Hj. Erny Wahidin.
Unsur Forkopimcam turut memberikan arahan. Kapolsek
Beruntung Baru Ipda Deden Aprianto Lesmana menyampaikan komitmen Polri dalam
mendukung penanggulangan kemiskinan, khususnya mengawal penyaluran bantuan
sosial.
“Kami akan pastikan bansos sampai ke penerima manfaat tanpa
potongan dan tepat waktu. Laporkan jika ada penyimpangan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Danposramil Beruntung Baru
Fahrurrazi. Ia menyatakan TNI siap bersinergi melalui pendampingan di desa,
pemantauan wilayah, serta mendukung percepatan program pemberdayaan masyarakat.
“Penanggulangan kemiskinan adalah tanggung jawab bersama.
Babinsa siap bergerak membantu validasi data dan pendampingan,” tegas
Fahrurrazi.
Rakor TKPK 2026 ini menjadi forum konsolidasi untuk menyusun
rencana aksi bersama. Tiga fokus utama yang disepakati: pertama, pemutakhiran
data kemiskinan berbasis DTKS; kedua, konvergensi program lintas sektor;
ketiga, penguatan peran desa dan kelurahan dalam percepatan penghapusan
kemiskinan ekstrem.
Kegiatan diikuti oleh seluruh anggota TKPK Kecamatan, kepala desa, TKSK, pendamping PKH, koordinator Puskesos, dan perwakilan instansi terkait.
