Angin Kencang Terjang Martapura Barat, Dua Desa Terdampak
MARTAPURA BARAT, InfoPublik – Angin kencang melanda wilayah Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, pada Minggu (12/4/2026) sore, mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga serta pohon tumbang di beberapa titik.
Kejadian pertama terjadi di Desa Sungai Batang sekitar pukul 15.00 WITA. Angin kencang menyebabkan pohon tumbang di tiga titik lokasi. Dua di antaranya menutup akses jalan dan mengenai jaringan listrik hingga menyebabkan kabel listrik putus.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, langsung menginstruksikan Tim Reaksi Cepat (TRC) melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik untuk segera melakukan penanganan di lokasi.
“Atas laporan yang masuk, kami langsung memerintahkan tim untuk bergerak cepat melakukan penanganan dan memastikan kondisi di lapangan tetap aman,” ujarnya.
Untuk penanganan di dua titik yang terdampak jaringan listrik, dilakukan koordinasi dengan pihak PLN guna pemadaman aliran listrik sebelum proses evakuasi pohon tumbang dilakukan. Selanjutnya, pembukaan akses jalan dan pemotongan pohon dikerjakan oleh DPKP Kabupaten Banjar bersama relawan dan masyarakat.
Sementara itu, pada satu titik pohon tumbang yang berada di dekat rumah warga, penanganan dilakukan oleh BPBD Kabupaten Banjar bersama masyarakat dengan melakukan pemotongan pohon serta pendataan dampak kejadian.
Akibat peristiwa ini, sebanyak 12 unit rumah terdampak dengan total 12 Kepala Keluarga (KK) atau 34 jiwa di Desa Sungai Batang. Selain itu, 1 unit kandang sapi milik warga juga mengalami kerusakan.
Selain di Desa Sungai Batang, angin kencang juga terjadi di Desa Tangkas RT 002 pada pukul 15.19 WITA. Kejadian ini mengakibatkan 3 unit rumah terdampak, dengan total 3 Kepala Keluarga (KK) atau 6 jiwa. Tidak terdapat korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Banjar memastikan bahwa penanganan telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, serta kondisi di lokasi saat ini dalam keadaan aman dan terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama angin kencang yang berpotensi menimbulkan kerusakan,” tutupnya. NH
