Disdik Banjar Gelar Sosialisasi Sekolah Ramah Anak untuk Wujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman

BANJARBARU, InfoPublik — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Seksi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Sekolah Ramah Anak (SRA) dengan fokus pada budaya sekolah yang aman dan nyaman, di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (13/4/2026).


Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang mampu memberikan perlindungan, kenyamanan, serta lingkungan belajar yang inklusif bagi peserta didik. Implementasi Sekolah Ramah Anak menjadi langkah strategis dalam menciptakan budaya sekolah yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.


Kepala Disdik Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny menekankan pentingnya komitmen seluruh tenaga pendidik dan kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.


“Kami mengajak seluruh pengawas, kepala sekolah, dan guru untuk bersama-sama membangun budaya sekolah yang inklusif, aman, dan nyaman, sehingga peserta didik dapat belajar dengan tenang dan mencapai cita-citanya,” ujarnya.


Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), serta BPMP Provinsi Kalimantan Selatan. Materi yang disampaikan mencakup konsep implementasi Sekolah Ramah Anak, perlindungan anak, serta penguatan budaya sekolah yang inklusif.


Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta mampu memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak di lingkungan satuan pendidikan masing-masing. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun komitmen bersama dalam menciptakan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.


Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan inklusif, sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan serta perlindungan anak di Kabupaten Banjar.


Komentar