TP PKK Kabupaten Banjar Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas bagi Kader Pokja I
BANJAR, InfoPublik – Dalam rangka meningkatkan kualitas tata kelola kelembagaan dan pelaksanaan program kerja, kader Pokja I Tim Penggerak PKK Kecamatan Beruntung Baru hadiri Pelatihan Kader Pokja I Tingkat Kabupaten Banjar di Hotel Tree Park, Kertak Hanyar, Rabu (8/4/2026).
Dihadiri Ketua II TP PKK Kabupaten Banjar, Seluruh jajaran pengurus TP PKK Kabupaten Banjar Pokja I, Ketua dan pengurus TP PKK dari 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Banjar, dan diikuti oleh kader-kader PKK utusan dari desa.
Pelatihan tersebut merujuk pada hasil RAKERNAS X PKK Tahun 2025 yang membawa pembaruan signifikan pada Pokja I. Secara garis besar, fokus utamanya adalah memperkuat ketahanan keluarga di era modern serta merapikan sistem birokrasi internal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program kerja Pokja I (Kelompok Kerja I) TP PKK di tingkat kabupaten. Fokus utama kehadiran delegasi, termasuk dari Kecamatan Beruntung Baru.
Acara Pelatihan Kader Pokja I PKK se-Kabupaten Banjar ini secara resmi dibuka oleh Ketua II TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Rahmi Robiaty, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas.
Ketua II TP PKK Kab. Banjar Hj. Rahmi Robiaty menegaskan bahwa kader Pokja I bukan sekadar pengurus organisasi, melainkan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Rahmi menekankan bahwa penguatan karakter keluarga adalah benteng utama dalam menghadapi tantangan era digital, di mana peran orang tua dalam mengawasi dan membimbing anak menjadi sangat krusial demi mencetak generasi Banjar yang berakhlak mulia dan cerdas berteknologi.
Kehadiran kader dari Ketua Pokja I Kecamatan Beruntung Baru Norhadie diharapkan mampu membawa perubahan signifikan dalam implementasi program di tingkat desa.
"Sangat penting bagi kita mengikuti pelatihan ini agar program yang kita jalankan di Beruntung Baru tetap tepat sasaran dan sesuai dengan standar yang ditetapkan pusat," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa program pembinaan karakter, seperti pola asuh anak dan remaja, harus disesuaikan dengan era digital (PAAREDI) untuk menjawab tantangan moral dan sosial yang dihadapi generasi muda saat ini.
