Kader PKK Mataraman Ikuti Pelatihan Guna Perkuat Tata Kelola Program Kerja
MATARAMAN-InfoPublik- Tim
Penggerak PKK Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Pelatihan Kader PKK Pokja
I dan II tingkat kabupaten tahun 2026 dengan mengangkat tema “Tata
Kelola Pelaksanaan Program Kerja Pokja I dan II sesuai Hasil Rakernas X”.
Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di Hotel Tree Park,
Kecamatan Kertak Hanyar.
Kegiatan tersebut secara resmi
dibuka oleh Ibu Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar yang dalam sambutannya
menyampaikan pentingnya peningkatan kapasitas kader PKK sebagai ujung tombak
pemberdayaan keluarga. Ia menegaskan bahwa kader PKK memiliki peran strategis
dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya dalam mewujudkan keluarga
yang sejahtera, sehat, dan mandiri.
“Melalui pelatihan ini,
diharapkan seluruh kader mampu memahami tata kelola program kerja secara lebih
baik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan kegiatan yang
akuntabel dan berkelanjutan,” ujarnya.
Perwakilan Kader PKK Kecamatan
Mataraman turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pelatihan ini diikuti oleh 160
peserta yang terdiri dari 80 orang kader Pokja I dan 80 orang kader Pokja II se
Kabupaten Banjar. Para peserta berasal dari pengurus PKK tingkat kecamatan,
kelurahan hingga kader desa se-Kabupaten Banjar. Kegiatan ini dikemas dalam
bentuk bimbingan teknis (bimtek), diskusi interaktif, serta pemaparan materi
yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Tujuan utama kegiatan ini adalah
untuk meningkatkan kapasitas kader dalam menyusun program kerja yang terarah
dan selaras dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) X, sekaligus
meningkatkan kemampuan dalam penyusunan laporan kegiatan yang sistematis, transparan,
dan berbasis hasil.
Pada sesi Pokja I, disampaikan
berbagai program prioritas untuk periode 2024–2029 yang berfokus pada pembinaan
karakter dan ketahanan keluarga, antara lain:
- Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis (KISAH), yang
menitikberatkan pada pembinaan keluarga agar hidup rukun dan sejahtera.
- Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba (KRISAN),
sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan keluarga.
- Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan
Seksual (KILAS), yang bertujuan meningkatkan kesadaran orang tua dalam
melindungi anak.
- Keluarga Indonesia Anti Trafficking (KIAT), untuk
mencegah perdagangan manusia khususnya terhadap perempuan dan anak.
- Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN), guna
menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam keluarga.
- Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan
(KISAK), yang mendorong tertib administrasi kependudukan sebagai dasar
pelayanan publik.
Sementara itu, Pokja II
menitikberatkan pada penguatan ekonomi keluarga melalui inovasi dan pemanfaatan
teknologi digital. Salah satu fokus utama adalah transformasi digital
dalam program UP2K-PKK (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga).
Dalam pemaparannya, narasumber
menjelaskan bahwa transformasi digital terbukti mampu meningkatkan daya saing
usaha kader PKK. Pemanfaatan platform e-commerce, media sosial, serta teknologi
digital lainnya memungkinkan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pasar,
meningkatkan kualitas pemasaran, serta memperbaiki efisiensi operasional.
Selain itu, kader PKK juga
didorong untuk berperan sebagai penyuluh dan penggerak masyarakat dalam
mengembangkan usaha berbasis digital. Penguatan kelembagaan PKK juga menjadi
perhatian, agar organisasi semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu
menjawab tantangan ekonomi keluarga.
Kegiatan pelatihan ini juga
menjadi wadah untuk berbagi pengalaman antar kader, memperkuat koordinasi
lintas wilayah, serta menyamakan persepsi dalam pelaksanaan program kerja di
lapangan.
Dengan terselenggaranya kegiatan
ini, diharapkan seluruh kader PKK di Kabupaten Banjar dapat semakin
profesional, inovatif, dan responsif dalam menjalankan program-programnya. Pada
akhirnya, hal ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan
kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.
(IP.Brigade/Mataraman/Didi)
