Sosialisasi Program Peremajaan Kelapa Sawit di Desa Pematang Danau Disambut Antusias Petani
MATARAMAN, InfoPublik - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten
Banjar menggelar Sosialisasi Program Peremajaan Kelapa Sawit Tahun 2026 di Desa
Pematang Danau, RT 03 RW 01, Rabu (8/4/2026) pagi.
Upaya peningkatan produktivitas sektor perkebunan terus
dilakukan pemerintah melalui program peremajaan kelapa sawit (replanting).
Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi
peremajaan kelapa sawit pekebunan tahun 2026.
Camat Matararaman diwakili Kepala Seksi Pemerintahan
Fahrifie menyampaikan Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan
pemahaman yang komprehensif kepada para pekebun mengenai pentingnya peremajaan
tanaman kelapa sawit, khususnya bagi tanaman yang telah memasuki usia tua atau
tidak produktif.
Dalam pemaparannya, pihak dinas perkebunan menjelaskan bahwa
tanaman sawit yang telah berumur lebih dari 20–25 tahun umumnya mengalami
penurunan hasil yang signifikan, sehingga perlu dilakukan peremajaan untuk
menjaga keberlanjutan produksi.
Selain itu, dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan
secara rinci mengenai prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh petani
untuk dapat mengikuti program peremajaan. Mulai dari legalitas lahan,
kepemilikan kebun, hingga kesiapan kelompok tani menjadi poin penting yang
harus diperhatikan. Para peserta juga mendapatkan informasi terkait dukungan
pemerintah, termasuk bantuan pembiayaan, pendampingan teknis, serta penggunaan
bibit unggul yang bersertifikat.
“Program peremajaan kelapa sawit merupakan salah satu
strategi nasional dalam meningkatkan daya saing komoditas sawit Indonesia di
pasar global. Dengan peremajaan, diharapkan produktivitas kebun rakyat dapat
meningkat secara signifikan, sekaligus memperbaiki kualitas hasil panen yang
selama ini menjadi tantangan bagi petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pematang Danau Yovie menyampaikan
apresiasi atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Ia menilai program
peremajaan kelapa sawit sangat penting bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat
desa, mengingat sebagian besar warga menggantungkan hidup dari sektor
perkebunan sawit.
Ia juga mengajak seluruh petani untuk tidak ragu mengikuti
program tersebut dan segera melengkapi persyaratan yang diperlukan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin
memahami manfaat peremajaan sawit. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk
meningkatkan hasil kebun dan kesejahteraan petani ke depan,” ujarnya.
Antusiasme para petani terlihat jelas selama kegiatan
berlangsung. Banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan terkait teknis
pelaksanaan di lapangan, seperti proses penebangan tanaman lama, masa tunggu
hingga tanaman menghasilkan, serta skema pembiayaan selama masa peremajaan.
Diskusi yang interaktif tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat
terhadap program ini.
Selain penyampaian materi, kegiatan sosialisasi juga diisi
dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi petani untuk
menyampaikan kendala yang dihadapi selama ini. Hal ini menjadi momen penting
bagi pemerintah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan solusi
yang tepat.
Dengan dilaksanakannya sosialisasi ini, diharapkan para
pekebun di Desa Pematang Danau dapat lebih siap dan memahami tahapan dalam
mengikuti program peremajaan kelapa sawit tahun 2026. Pemerintah juga berharap
kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan
informasi yang disampaikan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
(IP. Brigade/Mataraman/Didi).
