Dukung Ketahanan Gizi Banua, Distan Banjar Hadiri Syukuran Panen Padi Biofortifikasi di Desa Biih
BANJAR, InfoPublik – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar menghadiri
syukuran panen padi biofortifikasi (padi kaya gizi) bersama Kelompok Wanita
Tani (KWT) Seiya Sekata di Desa Biih, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar,
Selasa (7/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan
Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi bagian dari upaya
pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan
angka stunting melalui pengembangan varietas padi unggul yang kaya nutrisi.
Kepala DPKP Kalsel, Syamsir Rahman menyampaikan bahwa
program padi biofortifikasi merupakan langkah strategis dalam mendukung
ketahanan pangan sekaligus perbaikan gizi masyarakat.
“Pada hari ini kita melaksanakan panen padi biofortifikasi
atau padi kaya gizi. Ini merupakan hasil dari pembinaan yang telah dilakukan,
dan hasil ubinan mencapai sekitar 7,92 ton gabah kering panen per hektare,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, bantuan padi biofortifikasi yang dikembangkan
pada tahun 2025 seluas 10 hektare dengan varietas Inpari Nutrizink. Varietas
ini dikenal memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi, khususnya dalam
mendukung kebutuhan nutrisi anak.
Menurut Syamsir, capaian hasil panen tersebut menunjukkan
bahwa petani di Kalimantan Selatan semakin adaptif dan konsisten dalam
menerapkan teknologi pertanian yang lebih baik.
“Ini sangat luar biasa. Para petani kita sudah terbiasa
melaksanakan tanam dan panen di lokasi ini dengan hasil yang terus meningkat,”
katanya.
Lebih lanjut, ia juga melaporkan bahwa secara keseluruhan
produksi padi di Kalimantan Selatan mengalami peningkatan pada periode Januari
hingga awal April 2026 dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Kegiatan panen tersebut turut dihadiri berbagai unsur, mulai
dari penyuluh pertanian, kelompok tani, pemerintah daerah, hingga instansi
terkait seperti Bulog dan Badan Pusat Statistik (BPS). Sinergi lintas sektor
ini dinilai menjadi kunci dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian di
daerah.
Suasana panen berlangsung penuh kegembiraan, terlebih
kelompok tani yang terlibat dipimpin oleh seorang perempuan, yakni Ketua KWT
Seiya Sekata, Anita. Ia juga dikenal sebagai pemenang kontes durian di tingkat
daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa peran perempuan dalam sektor
pertanian sangat besar dan patut diapresiasi,” ungkap Syamsir.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap pengembangan padi biofortifikasi dapat terus diperluas guna mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Banua. (Brigade Distan Syaripuddin)
