Sinergitas Seluruh Elemen Sekolah, TKA SMPN 1 Paramasan Berjalan Lancar
PARAMASAN, InfoPublik – Selasa 7 April 2026, menjadi hari yang menguji ketangguhan sekaligus kekompakan keluarga besar SMPN 1 Paramasan. Di tengah konsentrasi tinggi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas 9, tantangan tak terduga datang menyapa. Sekitar pukul 08.00 WITA, wilayah Paramasan didera pemadaman listrik total yang sempat mengancam kelancaran ujian berbasis digital tersebut.
Namun, kepanikan tidak dibiarkan berlarut. Dengan sigap, tim teknis yang terdiri dari Proktor, Teknisi, didukung penuh oleh Kepala Sekolah serta tenaga kependidikan, langsung bergerak cepat melakukan langkah kontingensi. Dalam hitungan menit, suara raungan mesin genset memecah keheningan, menggantikan aliran listrik yang terputus agar perangkat ujian siswa tetap menyala.
Proktor ujian, Rilo Adityo, S.Pd. mengungkapkan bahwa koordinasi yang matang adalah kunci utama keberhasilan transisi tersebut."Tantangan teknologi di daerah seperti kita memang tidak bisa diprediksi, tapi kesiapan mental tim adalah penentunya. Begitu listrik padam, fokus kami hanya satu: jangan sampai siswa kehilangan momentum dan konsentrasi mereka dalam menjawab soal," ujar Rilo dengan penuh semangat.
Di sisi teknis, perjuangan memastikan stabilitas daya melalui mesin genset bukanlah perkara mudah. Ibu Sri Rejeki, S.Pd., selaku teknisi yang berada di garda terdepan, menceritakan betapa krusialnya kecepatan tangan dalam menangani kabel dan memastikan bahan bakar cukup. "Mesin genset ini bukan sekadar alat cadangan, hari ini dia adalah 'penyambung napas' bagi cita-cita anak-anak kita. Kami memastikan setiap sambungan aman agar tidak ada gangguan teknis susulan selama sisa waktu ujian," tutur Ibu Sri Rejeki di sela-sela kesibukannya memantau panel daya.
Kepala SMPN 1 Paramasan, Rahmiatun, S.Pd.Si., yang memantau langsung jalannya penanganan kendala, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim yang bekerja di balik layar. Baginya, kejadian hari ini membuktikan bahwa pendidikan di pelosok memiliki daya juang yang luar biasa. "Listrik boleh padam di wilayah kita, tapi semangat belajar dan masa depan siswa kami tidak boleh ikut redup. Sinergi antara proktor, teknisi, dan seluruh staf hari ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang untuk memberikan yang terbaik bagi generasi bangsa," tegas Rahmiatun dengan nada bangga.
Berkat kerja keras kolektif tersebut, Tes Kemampuan Akademik di SMPN 1 Paramasan tetap berjalan dengan tertib hingga sesi berakhir. Siswa kelas 9 pun tampak tetap tenang mengerjakan soal-soal di layar monitor. Peristiwa ini menjadi catatan penting akan pentingnya kesiapan infrastruktur pendukung di wilayah terpencil, sekaligus menjadi bukti bahwa dedikasi guru dan tenaga kependidikan mampu melampaui segala rintangan.
