Digitalisasi Supervisi Akademik : SMPN 1 Telaga Bauntung Gelar Pra Supervisi Berbasis Coaching Clinic dan Portofolio Digital Microsite
Telaga Bauntung, InfoPublik – SMPN 1 Telaga Bauntung langsung tancap gas meningkatkan mutu pendidikan. Bertempat di Ruang Guru SMPN 1 Telaga Bauntung, Senin 6 April 2026, sekolah ini menyelenggarakan kegiatan Pra Supervisi Akademik dengan pendekatan modern, yakni melalui metode Coaching Clinic dan pemanfaatan Portofolio Digital berbasis Microsite.
Kegiatan Pra Supervisi kali ini terasa berbeda. Jika biasanya supervisi identik dengan pemeriksaan dokumen yang kaku, metode Coaching Clinic mengubah suasana menjadi lebih dialogis dan kemitraan. Manfaat utama dari pendekatan ini adalah membangun ruang refleksi bagi guru untuk menemukenali kekuatan dan hambatan dalam mengajar, sehingga solusi yang muncul berasal dari pemikiran guru itu sendiri, bukan sekadar instruksi atasan.
Inovasi lain yang menonjol adalah penggunaan Portofolio Digital melalui Microsite (seperti s.id). Pemanfaatan teknologi ini memberikan kemudahan luar biasa dalam pra supervisi, di antaranya:
1. Aksesibilitas Tinggi: Seluruh perangkat ajar, mulai dari Modul Ajar hingga media pembelajaran, terangkum dalam satu tautan (link) yang rapi.
2. Paperless (Tanpa Kertas): Mengurangi tumpukan berkas fisik dan memudahkan pencarian dokumen secara instan.
3. Rekam Jejak Digital: Menjadi portofolio profesional guru yang dapat diperbarui kapan saja secara real-time.
Kepala SMPN 1 Telaga Bauntung, Bapak Sugeng Riyanto, S.Pd, menyatakan dukungannya terhadap transformasi ini.
"Pra supervisi berbasis coaching clinic ini adalah upaya kita memanusiakan guru. Kita tidak mencari kesalahan, tapi kita meng-coach guru agar mereka menemukan potensi terbaiknya. Ditambah dengan portofolio digital, administrasi bukan lagi beban, melainkan aset profesional yang membanggakan," ujar beliau di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Ermayanti, S.Pd, salah satu guru yang mengikuti proses pra supervisi, mengaku merasa lebih nyaman dan terbantu.
"Awalnya saya sempat tegang, tapi dengan teknik coaching, saya justru merasa didengar dan dibimbing untuk berinovasi di kelas. Penggunaan microsite untuk portofolio juga sangat praktis, saya cukup mengirim satu link dan semua dokumen saya sudah tersusun rapi di sana. Ini sangat memudahkan tugas kami sebagai guru di era digital," ungkapnya.
Dengan langkah inovatif ini, SMPN 1 Telaga Bauntung membuktikan komitmennya dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap teknologi namun tetap mengedepankan aspek humanis dalam pengembangan profesi guru.
