Gerakan Kembali Bersekolah, PKBM Cipta Bersama Tangani ATS di Cintapuri Darussalam

CINTAPURI DARUSSALAM, InfoPublik – Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) terus dilakukan di tingkat kecamatan. Di Kecamatan Cintapuri Darussalam, kehadiran PKBM Cipta Bersama menjadi solusi nyata dalam memberikan akses pendidikan non-formal yang fleksibel dan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang terkendala melanjutkan pendidikan formal, Selasa (31/3/2026).

Melalui pendekatan aktif “jemput bola”, PKBM Cipta Bersama menyasar langsung warga di pelosok desa. Program ini difokuskan pada remaja putus sekolah serta masyarakat dewasa yang ingin meningkatkan taraf hidup melalui pendidikan kesetaraan. Langkah ini dinilai efektif dalam membuka kembali akses pendidikan bagi masyarakat yang sebelumnya terpinggirkan oleh keterbatasan ekonomi dan administrasi.

Kepala PKBM Cipta Bersama, Za’idatul Ghina, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif. “Kami menyadari banyak warga di kecamatan kita yang memiliki potensi besar namun terhambat administrasi pendidikan. PKBM Cipta Bersama hadir untuk memastikan tidak ada warga kecamatan yang tertinggal hanya karena tidak memiliki ijazah,” ujarnya.

Tidak hanya menyediakan layanan pendidikan, PKBM Cipta Bersama juga berkontribusi dalam penyediaan data ATS yang akurat melalui sinergi dengan pihak kecamatan dan desa. Selain itu, lembaga ini juga berperan sebagai pusat pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal, sehingga mampu mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada indikator rata-rata lama sekolah.

Bagi masyarakat yang mayoritas bekerja di sektor pertanian, buruh, maupun pelaku UMKM, PKBM Cipta Bersama menawarkan sistem pembelajaran yang fleksibel. Warga dapat mengikuti Program Paket A, B, dan C tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka. Hal ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk tetap produktif sekaligus meningkatkan kualifikasi pendidikan.

Salah satu warga belajar mengungkapkan rasa syukurnya atas keberadaan program tersebut. “Dulu saya pikir sekolah itu sudah tidak mungkin karena saya harus bekerja. Tapi di PKBM Cipta Bersama, saya bisa sekolah lagi di hari libur. Ini harapan baru buat keluarga saya,” tuturnya. Dengan dukungan berbagai pihak, PKBM Cipta Bersama diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menghapus ATS serta meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat kecamatan.


Komentar