Pelatihan Keterampilan Ecoprint PKBM Batu Sawar Bekali Warga Belajar Paket C dengan Skill Kreatif dan Produktif
ASTAMBUL, InfoPublik — Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Batu Sawar sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keterampilan Ecoprint bagi peserta didik Paket C pada tanggal 28–29 Maret 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat PKBM Batu Sawar yang berlokasi di Desa Sungai Tuan Ilir, Kecamatan Astambul.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber kompeten, Reni Andrina Rahmawati, S.Pd., M.M., yang memberikan pembekalan terkait teknik pembuatan ecoprint, mulai dari pemilihan bahan alami hingga proses pencetakan motif pada kain. Ecoprint sendiri merupakan teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan tumbuhan, sehingga ramah lingkungan dan memiliki nilai estetika tinggi.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan praktis peserta didik Paket C sebagai bekal dalam menghadapi dunia kerja maupun membuka peluang usaha mandiri. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan, mulai dari pengenalan konsep hingga praktik langsung membuat karya ecoprint.
Tutor PKBM Batu Sawar, Heldaniah, S. Si., S. Pd., menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan manfaat yang sangat positif bagi peserta didik. “Pelatihan keterampilan Ecoprint yang telah dilaksanakan sangat baik untuk menambah wawasan dan keterampilan peserta didik Paket C sebagai bekal di dunia kerja. Selain itu, melalui pelatihan ini, peserta didik mampu mengaplikasikan hasilnya secara mandiri di rumah, baik untuk keperluan pribadi maupun usaha, karena bahan yang digunakan mudah ditemukan di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Ia juga menambahkan harapannya agar kegiatan seperti ini terus berlanjut. “Dengan adanya pelatihan keterampilan yang diselenggarakan PKBM Batu Sawar, diharapkan PKBM semakin maju dan berkualitas serta tidak lagi dipandang sebelah mata oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber kegiatan, Reni Andrina Rahmawati, S.Pd., M.M., menilai bahwa pelatihan ecoprint merupakan kegiatan yang sangat relevan bagi peserta didik Paket C. “Pelatihan ini memberikan bekal praktis yang sangat berharga di luar teori akademik. Tidak hanya meningkatkan keterampilan seni, tetapi juga melatih kerja sama tim, kreativitas visual, serta pemanfaatan sumber daya alam di sekitar,” jelasnya.
Ia juga berharap agar keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan oleh peserta. “Meskipun waktu pelatihan relatif singkat, diharapkan peserta dapat mengulang praktik secara mandiri. Bahkan, kegiatan ini berpotensi dikembangkan menjadi unit usaha produktif di bawah naungan PKBM Batu Sawar,” tambahnya.
Lebih lanjut, Reni menekankan pentingnya pemahaman teknik yang tepat agar hasil ecoprint memiliki kualitas yang baik dan tahan lama. Ia juga membuka peluang kolaborasi ke depan. “Semoga ke depannya ada kerja sama dengan UMKM lokal untuk menyerap hasil produksi ecoprint dari warga belajar, sehingga dapat menjadi produk jadi atau produk turunan yang memiliki nilai jual di pasar,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, PKBM Batu Sawar menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal dengan menghadirkan pelatihan yang aplikatif, kreatif, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi peserta didik.
