Kecamatan Aranio mengikuti Rapat Koordinasi Pra Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Banjar

Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan Rapat Koordinasi Pra Musrenbang Tematik Stunting sebagai upaya memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banjar, yang dalam arahannya menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani permasalahan stunting secara terpadu dan berkelanjutan.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai unsur perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Banjar, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banjar, para Camat se-Kabupaten Banjar, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Banjar, serta Koordinator PLKB se-Kabupaten Banjar. Pada kegiatan ini, Kecamatan Aranio diwakili oleh Kasi Kesejahteraan Sosial (Kasi Kesos).

Dalam pertemuan tersebut dilakukan evaluasi terhadap capaian penurunan stunting di Kabupaten Banjar, guna melihat perkembangan program yang telah berjalan serta mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan. Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam menyusun langkah-langkah strategis pada perencanaan pembangunan ke depan.

Wakil Bupati Banjar juga memberikan motivasi kepada para tenaga kesehatan agar tetap semangat dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, serta terus menjaga koordinasi yang baik dengan berbagai pihak terkait.

Menanggapi hal tersebut, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Aranio menyampaikan bahwa pihak kecamatan akan terus mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting melalui peningkatan koordinasi dengan puskesmas, PLKB, serta pemerintah desa di wilayah Kecamatan Aranio. Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat penting agar program yang dilaksanakan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. “Kami di kecamatan akan terus memperkuat koordinasi dengan semua pihak terkait, mulai dari puskesmas, PLKB hingga pemerintah desa, agar upaya penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini juga ditekankan pentingnya peningkatan kolaborasi antara kecamatan, puskesmas, PLKB, dan pemerintah desa agar program penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal, terpadu, dan tepat sasaran. Dengan sinergi yang kuat antar pihak, diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar dapat terus meningkat demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.


Komentar