Perkuat Upaya Penurunan Stunting, Alfamidi dan Pemkab Banjar Salurkan Bantuan Nutrisi di Martapura
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 16
MARTAPURA, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi dengan sektor swasta. Kali ini, PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) menyalurkan bantuan nutrisi bagi puluhan keluarga berisiko stunting di Desa Indrasari, Kecamatan Martapura, Jumat (6/3/2026).
Sebanyak 25 keluarga yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta) ditetapkan sebagai penerima manfaat. Setiap keluarga mendapatkan bantuan protein berupa 60 butir telur per bulan.
Bantuan ini akan diberikan secara rutin selama enam bulan ke depan untuk memastikan asupan protein hewani terpenuhi, guna mencegah gangguan pertumbuhan pada anak. Penyaluran ini merupakan tindak lanjut nyata dari kerja sama simbolis antara Alfamidi dan Dinas Sosial P3AP2KB dalam Rakorda di Banjarmaain (5/3/2026) kamarin.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar yang diwakili Kabid KB, Hj. Salinah, didampingi Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga.
Koordinator PKB Kecamatan Martapura, Abd. Sahid, menekankan pentingnya sinergi ini dalam menjaga kesehatan generasi mendatang.
"Kerja sama ini sangat penting untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan protein yang cukup. Kami mengapresiasi kontribusi sektor swasta dalam mendukung kesehatan di Kabupaten Banjar," ujar Sahid.
Bantuan ini disambut antusias oleh warga, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Julaiha (24), salah satu ibu menyusui, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
"Alhamdulillah, bantuan telur ini sangat membantu keluarga, apalagi sekarang harga kebutuhan pokok sedang naik. Dengan 60 butir telur setiap bulan, kebutuhan protein anak saya jadi lebih terjamin," ungkap Julaiha.
Acara penyerahan turut dihadiri oleh Pembakal Indrasari, penyuluh KB, bidan desa, serta kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. (Agusto/Adam Khalid/Dinsos P3AP2KB Kab.Banjar)
