Plh Sekda Ikhwansyah Isi Kuliah Perdana di Lapas Karang Intan, Tanamkan Harapan Baru

Suasana berbeda terasa di ruang belajar Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Di tempat yang biasanya identik dengan pembinaan tertutup, pagi itu Rabu, (4/3) hadir semangat baru, lembaran pertama perkuliahan bagi warga binaan yang resmi menjadi mahasiswa.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H Ikhwansyah, mendapat kehormatan mengisi kuliah perdana program Strata 1 yang baru saja diresmikan. Kehadirannya bukan sekadar membuka materi, tetapi juga membuka ruang dialog dan harapan.
Dengan gaya penyampaian yang tenang dan membumi, Ikhwansyah mengajak para mahasiswa baru itu untuk melihat pendidikan sebagai kesempatan kedua yang sangat berharga. Ia berdiri di hadapan mereka bukan dengan jarak birokrasi, melainkan dengan pendekatan yang hangat dan memotivasi.
“Belajar tidak pernah mengenal kata terlambat. Hari ini bukan tentang masa lalu, tetapi tentang apa yang ingin kalian bangun ke depan,” ujarnya, disambut perhatian penuh dari para peserta kuliah.

Ia menekankan bahwa ilmu bukan hanya untuk mengejar gelar, melainkan untuk membentuk pola pikir dan karakter. Menurutnya, perubahan terbesar dimulai dari cara pandang terhadap diri sendiri. Ketika seseorang yakin bisa berubah, di situlah masa depan mulai menemukan jalannya.
Kuliah perdana itu menjadi simbol bahwa tembok lapas tidak membatasi akses terhadap pendidikan. Program S1 yang baru diresmikan tersebut membuka pintu bagi warga binaan untuk menempuh pendidikan tinggi secara terstruktur dan berkelanjutan.
Ikhwansyah juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang inklusif. Baginya, keberhasilan pembangunan bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang memberi ruang tumbuh bagi setiap warga, tanpa terkecuali.
Di akhir sesi, ia berpesan agar para mahasiswa menjalani perkuliahan dengan disiplin dan kesungguhan. “Kesempatan ini adalah amanah. Manfaatkan sebaik-baiknya. Jadikan ilmu sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat dengan percaya diri dan martabat,” tuturnya.
Hari itu, di balik dinding pembinaan, bukan hanya kuliah pertama yang dimulai. Harapan baru pun perlahan tumbuh, bahwa pendidikan mampu menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik.


Komentar