Perkuat Sinergi, Pemkab Banjar Gelar Rakor TP3S untuk Pertajam Strategi Penurunan Stunting
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 29
MARTAPURA InfoPublik – Pemerintah Kabupaten Banjar terus memperkuat komitmen dalam menekan angka stunting melalui langkah-langkah strategis dan integrasi data yang akurat. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting yang digelar oleh Dinas Sosial P3A2PKB di Aula Baiman, Bappedalitbang Kabupaten Banjar, Rabu (26/2/2026).
Rapat
ini dihadiri oleh perwakilan berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang
tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Banjar.
Kehadiran lintas sektor ini bertujuan untuk mengevaluasi intervensi tahun
sebelumnya serta merumuskan strategi baru yang lebih efektif dan terpadu.
Kepala Dinas Sosial P3A2PKB Kabupaten Banjar, Hj. Erny Wahdini menekankan bahwa penanganan stunting adalah tanggung jawab kolektif di bawah kepemimpinan Bupati Banjar. Ia menggarisbawahi tantangan besar pada aspek hulu, yakni pola pikir masyarakat.
"Masalah mindset masih menjadi tantangan utama, terutama terkait tingginya angka pernikahan usia anak yang berkontribusi langsung pada risiko stunting," ujar Erny.
Selain itu, ia menyoroti rendahnya kesadaran ibu hamil dalam mengonsumsi pil tambah darah serta penerapan pola asuh yang tepat, meskipun alokasi anggaran telah diupayakan sudah maksimal.
Pemerintah
Kabupaten Banjar mencatat adanya anomali data: Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
terus mengalami peningkatan, namun angka stunting belum menunjukkan penurunan
yang signifikan.
Meski
demikian, terdapat capaian positif dari Desa Lok Gabang, Kecamatan Astambul,
yang berhasil meraih status Zero Stunting. Keberhasilan ini dicapai melalui
koordinasi solid antara aparat desa, TP PKK, dan Puskesmas. Desa Lok Gabang
kini diproyeksikan sebagai role model bagi desa-desa lain dalam mengintegrasikan
peran kader di lapangan.
Dalam
sesi teknis, Sukini selaku Kasi Bina Ketahanan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga
memaparkan rekapitulasi Rencana Tindak Lanjut (RTL) Pra Musrenbang Tematik
Stunting dari 20 kecamatan. Selanjutnya, Azmiyanoor selaku Konsultan Individu
Konvergensi Stunting memberikan pengarahan mengenai kelengkapan data pada
aplikasi Bina Bangda sebagai instrumen monitoring nasional.
Rapat
koordinasi TP3S ini menghasilkan sejumlah kesepakatan krusial dengan lini masa
yang ketat:
- Input Anggaran 2026 pada aksi
Bangda: Paling lambat 27 Februari 2026.
- Penyusunan Kamus Usulan:
Ditargetkan rampung pada 2 Maret 2026.
Seluruh hasil kesepakatan ini akan dilaporkan langsung kepada Ketua TP3S sebagai bahan utama pelaksanaan Pra Musrenbang Tematik Stunting tingkat Kabupaten Banjar. Dengan langkah kreatif dan konkret, Pemkab Banjar optimis dapat mempercepat pencapaian target penurunan stunting di wilayahnya. (Agusto:DinsosP3AP2KB kab. Banjar)
