Menguatkan Hati Saat Sakit, Edukasi Ramadan Hadir di Ruang Perawatan RSUD Ratu Zalecha

MARTAPURA, InfoPublik — Dalam rangka memberikan penguatan mental dan spiritual bagi pasien selama bulan suci Ramadan, Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Ratu Zalecha menyelenggarakan kegiatan edukasi kesehatan bertema “Menghadapi Sakit Di Bulan Ramadan: Ujian, Rahmat, Dan Ladang Pahala”, di Ruang Perawatan Penyakit Bedah dan ICU, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan ini menyasar pasien, keluarga pasien, serta perawat sebagai upaya memberikan dukungan spiritual selama menjalani perawatan. Edukasi disampaikan oleh Zuhri Husni, Penyuluh Agama Islam KUA Beruntung Baru Kabupaten Banjar, yang hadir bersama Tim PKRS RSUD Ratu Zalecha.

Dalam pemaparannya, Zuhri Husni menjelaskan bahwa sikap seorang mukmin saat sakit di bulan Ramadan hendaknya dilandasi kesabaran dan keridhaan. Menurutnya, kesabaran menjadikan setiap penderitaan bernilai ibadah dan mampu mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.

“Walaupun dalam kondisi sakit dan tidak mampu berpuasa, pintu ibadah tetap terbuka luas. Pasien tetap dapat berdzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an, bersedekah, serta melaksanakan ibadah sesuai kemampuan. Allah menilai niat dan kesungguhan, bukan semata kekuatan fisik,” jelasnya di hadapan peserta.

Ia juga mengingatkan pentingnya berhusnuzan kepada Allah SWT. Sakit, lanjutnya, dapat menjadi sarana penghapus dosa, penguat kesabaran, serta momentum untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Dalam ajaran Islam, seseorang yang terhalang beramal karena sakit tetap memperoleh pahala sebagaimana kebiasaannya saat sehat.


Selain itu, disampaikan pula berbagai hikmah sakit di bulan Ramadan, antara lain sebagai penghapus kesalahan, pengingat akan nikmat sehat, serta penumbuh empati terhadap sesama. Dengan pemahaman tersebut, pasien diharapkan tetap optimis dan tenang selama menjalani masa perawatan.

Ketua PKRS RSUD Ratu Zalecha menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelayanan holistik rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada penyembuhan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual pasien.

“Melalui edukasi spiritual seperti ini, kami berharap pasien dan keluarga mendapatkan ketenangan batin serta semangat untuk menjalani proses penyembuhan. Rumah sakit hadir bukan hanya untuk mengobati secara medis, tetapi juga menguatkan secara psikologis dan spiritual,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab bersama peserta. Edukasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman bahwa sakit di bulan Ramadan bukanlah penghalang untuk meraih pahala, melainkan kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat kesabaran dan keikhlasan. (Brigade Humas Raza)


Komentar