Menjelang Bulan Suci Ramadan, Disbudporapar Gelar Festival Bacatuk Dauh 2026
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar melalui Bidang Kebudayaan menggelar kegiatan Festival Bacatuk Dauh 2026 se-Kabupaten Banjar dengan tema "Melalui Festival Bacatuk Dauh, Kita Lestarikan Budaya Banjar". Kegiatan dilaksanakan di RTH Alun-Alun Ratu Zaleha Martapura ini dimulai dengan babak penyisihan selama dua hari yaitu tanggal 10 dan 11 Februari 2026.
Festival Bacatuk Dauh 2026 diikuti oleh 21 peserta yang merupakan masyarakat umum perwakilan dari berbagai desa di Kabupaten Banjar dan akan dibagi menjadi dua dengan 10 peserta tampil pada hari pertama dan 11 peserta tampil pada hari kedua.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Kadis Budporapar, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar Muhammad Syahid, ia menyampaikan bahwa Festival Bacatuk Dauh 2026 ini merupakan agenda tahunan dalam upaya Perlindungan, Pengembangan, Pemanfaatan Objek Pemajuan Kebudayaan yang direalisasikan oleh Disbudporapar melalui Bidang Kebudayaan dalam bentuk inovasi.
"Kenapa disebut inovasi, karena Kabupaten Banjar merupakan pionir kegiatan lomba/festival bacatuk dauh dan setiap dilaksanakan berlangsung meriah yang akhirnya dicontoh dan ditiru oleh Kabupaten/Kota lain", ujar Syahid.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan, serta senantiasa selalu menjunjung nilai-nilai sportifitas.
Adapun dewan juri yang bertugas pada kegiatan ini adalah H. Muhammad Rusdi, SH, MH dari Kementerian Agama, Abdurrahman dari Taman Budaya Banjarmasin serta Muhammad Syahid perwakilan Disbudporapar Kabupaten Banjar.
Pada hari kedua, setelah babak penyisihan berlangsung diumumkan ada sebanyak 9 peserta yang melaju ke babak final yang akan dilaksanakan pada saat bulan Ramadan nanti. Adapun grup yang lolos yaitu Ishlahul Ummah, Miftahussalam, Al-Munir, Tarbiatul Aulad, An-Nasir, Al-Banjari, Darul Falah, Al-Manar dan An-Nadir
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan menjadi suatu langkah untuk tetap melestarikan budaya Banjar dan ajang untuk menjalin silaturahmi.
