Pacu Modernisasi Pertanian, Distan Banjar Cetak Operator Alsintan Unggul
Guna mendorong modernisasi sektor pertanian dan mensukseskan program optimalisasi lahan pertanian dan cetak sawah rakyat (CSR), Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Bidang Sarana TPH, Perkebunan, dan Peternakan menggelar pelatihan operator alat dan mesin pertanian (alsintan) di Aula Distan, Senin (26/1/2026).
Pelatihan ini menjadi investasi penting dalam mencetak petani dan operator unggul yang mampu mengoperasikan teknologi pertanian modern. Dengan kemampuan tersebut, alsintan yang disediakan pemerintah diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal, efisien, dan berkelanjutan demi mewujudkan ketahanan pangan yang kuat.
Kegiatan pelatihan yang difokuskan pada penggunaan traktor roda crawler ini menghadirkan narasumber dari PT Corin Mulia Gemilang, produsen alsintan merek Maxxi Bimo Rota 100 (Rotavator). Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, Kepala Seksi Pengembangan Sarana Pertanian Gusti Rahmatullah beserta staf, dan 54 operator anggota Brigade Pangan Sekabupaten Banjar.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita menegaskan bahwa bantuan teknologi ini harus dibarengi dengan tanggung jawab pemeliharaan yang tinggi. Ia mendorong adanya transfer pengetahuan yang berkelanjutan agar operator senior dapat membimbing tenaga muda dalam menguasai alsintan tersebut.
"Hadirnya Brigade Pangan ini tidak boleh ada lagi lahan yang bingung untuk melakukanolah lahan. Begitu lahan siap untuk diolah tanah dan, segera lakukan pengolahan tanah untuk penanaman," ujar Warsita.
Sementara Gusti Rahmatullah juga menekankan pentingnya aspek manajerial bagi setiap kelompok. Ia mewajibkan setiap Brigade Pangan memiliki sistem pembukuan yang rapi guna mencatat setiap aliran dana masuk dan keluar, sehingga pengelolaan bantuan menjadi lebih transparan dan terukur.
Nanda, narasumber dari PT Corin Mulia Gemilang, memberikan edukasi mengenai cara kerja Rotavator. Selain simulasi manuver maju-mundur, ia memberikan catatan krusial terkait pemeliharaan mesin. Penggantian oli wajib dilakukan setelah 50 jam pemakaian pertama. Ia juga mengingatkan agar operator tidak memaksakan penggunaan gigi tiga secara terus-menerus demi menjaga komponen mesin.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan menggunakan traktor roda crawler. Peserta dengan semangat antusias mendapatkan kesempatan mengenal langsung bagian-bagian traktor, memahami mekanisme kerja, serta mempraktikkan pengoperasian sesuai standar teknis.
(Brigade Distan Syaripuddin)
