Bappedalitbang Banjar Matangkan Penyusunan RKPD dan Renja PD 2027 Bersama SKPD Mitra
MARTAPURA, InfoPublik - Dalam rangka persiapan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027 serta pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan IV Tahun 2025, Bidang Ekonomi dan Sumber Daya Alam (Ekosda) Bappedalitbang Kabupaten Banjar menggelar rapat bersama SKPD mitra, Senin (26/1/2026) pagi.
Kepala Bidang Ekosda, Dedi Nurmadi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan dokumen perencanaan disusun secara berkualitas, konsisten, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah.
"Kami meminta agar seluruh SKPD mampu berinovasi dalam menyusun program dan kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan kinerja serta mendukung tema pembangunan RKPD Kabupaten Banjar Tahun 2027, yakni penguatan sumber daya manusia dan ekonomi berbasis resiliensi bencana untuk pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Menurut Dedi, Renja bukan sekadar formalitas administrasi, tetapi merupakan instrumen pengendalian kinerja perangkat daerah. Oleh karena itu, setiap program dan kegiatan harus berbasis analisis yang jelas, terukur indikator kinerjanya, dan selaras dengan dokumen perencanaan di atasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi dalam seluruh tahapan perencanaan.
Lebih lanjut dijelaskan, agenda rapat meliputi penyampaian hasil penilaian dokumen perencanaan SKPD, monitoring dan evaluasi Triwulan IV Tahun 2025 yang mencakup capaian kinerja, realisasi anggaran, pemantauan risiko, serta rekomendasi tindak lanjut. Selain itu, dibahas pula persiapan penyusunan Renja PD Tahun 2027, termasuk penajaman arah kebijakan, prioritas program, dan kesesuaiannya dengan RPJMD Kabupaten Banjar Tahun 2025–2029.
Dedi juga memaparkan tahapan penyusunan Renja PD yang dimulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, pelaksanaan forum perangkat daerah, penyempurnaan rancangan, hingga penetapan Renja PD diungkapkannya sejumlah permasalahan yang kerap muncul dalam penyusunan Renja, seperti ketidaksesuaian dengan RKPD, indikator kinerja yang tidak sinkron dengan anggaran, hingga tumpang tindih program antar perangkat daerah.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, serta Dinas Pertanian Kabupaten Banjar.
Melalui rapat persiapan ini, Bappedalitbang Kabupaten Banjar berkomitmen memperkuat sinergi perencanaan guna menghasilkan dokumen RKPD dan Renja PD Tahun 2027 yang berkualitas dan berorientasi pada hasil.(Ione/Brigade Bappedalitbang)
