Pemkab Banjar Bahas Strategi Adaptasi Perubahan Iklim bagi Wilayah Pesisir

BANJAR, InfoPublik – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Banjar menyelenggarakan Kunjungan Lapangan Dampak Peningkatan Permukaan Air Laut, di Aula Bauntung Bappedalitbang, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta membahas dampak peningkatan permukaan air laut terhadap wilayah pesisir dan daerah rawan terdampak di Kabupaten Banjar, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan perencanaan pembangunan berkelanjutan.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar Nashrullah Shhadiq yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan data berbasis aplikasi SEPAKAT dalam perencanaan pembangunan daerah yang adaptif terhadap perubahan iklim.

"Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim," ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan ke depan.

Pada kegiatan ini juga disampaikan materi teknis oleh narasumber dari Perwakilan Bappenas Republik Indonesia, yang mengulas isu perubahan iklim, kenaikan muka air laut, serta implikasinya terhadap perencanaan pembangunan daerah dan ketahanan wilayah.

Sementara itu Camat Aluh Aluh Aditya Yudi Dharma berharap melalui kegiatan Kunjungan Lapangan Dampak Peningkatan Permukaan Air Laut ini, seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama serta mampu merumuskan langkah-langkah strategis dalam rangka mitigasi dan adaptasi perubahan iklim demi keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Banjar.

Acara ini juga dihadiri instansi lingkup Pemkab Banjar dan melibatkan unsur akademisi dari Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat, serta perwakilan kecamatan yang berpotensi terdampak.


Komentar