Kecamatan Aluh Aluh Gelar Rakor Penanganan Monyet Liar

ALUH ALUH, InfoPublik – Kecamatan Aluh Aluh menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Monyet Liar yang meresahkan masyarakat di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Aluh Aluh, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan ini dihadiri Kepala BKSDA Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab Banjar, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kab Banjar,Kepala Dinas Kesehatan Kab Banjar, Danramil Kec Aluh Aluh, Kapolsek Kec Aluh Aluh, Kepala Puskesmas Kec Aluh Aluh, Pambakal, tokoh masyarakat dan Animal Rescue Banjarmasin.

Camat Aluh Aluh Aditya Yudi Dharma menekankan bahwa persoalan monyet liar bukan hanya isu keamanan lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan warga, potensi kerusakan tanaman, serta kenyamanan aktivitas sehari-hari masyarakat. 

"Oleh sebab itu, diperlukan langkah-langkah terpadu yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah kecamatan, aparat desa, lembaga terkait, hingga perwakilan masyarakat," ujarnya.

Aditya berharap hasil rapat ini dapat menjadi dasar pembentukan langkah konkret yang segera ditindaklanjuti, sehingga permasalahan monyet liar dapat diminimalisir dan rasa aman masyarakat kembali terjaga.

"Kami juga menegaskan pentingnya peran serta seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban lingkungan serta memastikan penanganan dilakukan dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan ekosistem," ucapnya.

Rapat koordinasi ini membahas berbagai strategi penanganan, mulai dari pemetaan lokasi yang rawan gangguan monyet, identifikasi penyebab meningkatnya populasi, hingga upaya jangka pendek dan jangka panjang yang dapat dilakukan. 

Beberapa alternatif solusi yang didiskusikan termasuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah mitigasi, penguatan koordinasi lintas instansi, serta kemungkinan kerja sama dengan pihak konservasi untuk penanganan satwa yang lebih profesional dan tepat sasaran.

Selain itu, peserta rapat juga menyampaikan laporan kondisi di masing-masing wilayah, termasuk intensitas kemunculan monyet, dampak terhadap lahan pertanian, dan keluhan warga yang semakin meningkat. 

Dengan adanya data lapangan ini, pemerintah kecamatan berharap dapat menyusun rencana penanganan yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.


Komentar