Apar Bamara Merupakan Upaya Kesadaran Masyarakat dalam Kewaspadaan Potensi Kebakaran

Bappeda Litbang, Kamis 28 Agustus 2025

Sosialisasi Aksi Perubahan APAR BAMARA, apar bamara adalah upaya pencegahan berbasis masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam kewaspadaan potensi kebakaran, karena kebakaran dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.

Turut mengundang Bappeda Litbang, Satpol PP, BPBD, PUPR, DPRKPLH, DPMD, Dinsos P3AP2KB, DKISP, Bagian Tapem Setda, Kecamatan Martapura, Kecamatan Martapura Timur, Kelurahan Jawa, Kelurahan Keraton, Kelurahan Tanjung Rema Darat, Kelurahan Murung Keraton, Desa Tanjung Rema, Desa Jawa Laut.

APAR BAMARA adalah akronim dari Aksi Pencegahan Aktif Responsif, Berdayakan Masyarakat Antisipasi Kebakaran. APAR dikenal secara umum adalah Alat Pemadam Api Ringan, sedangkan Bamara sendiri adalah suku kata dalam bahasa banjar yang maknanya adalah Maju, Mendekat, Berkumpul Bersama saling koordinasi dan sinergi.

Filosofi Logo Apar Bamara :
- Gambar Apar berwarna biru merupakan simbol ketenangan dan kesiapsiagaan
- Gambar Api adalah simbol ancaman yang nyata
- Gambar manusia sebanyak 3 orang, warna biru simbol tanggungjawab dan hijau simbol kehidupan, harapan dan semangat gotong royong
- Gambar gedung bangunan adalah simbol lingkungan permukiman yang harus dilindungi dari bahaya kebakaran.

Melalui aksi perubahan APAR BAMARA yang merupakan aktualisasi Rencana Aksi Perubahan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Badan Diklat DIY tahun 2025 yang di implementasikan oleh Gusti Yudhi sebagai peserta PKA.

Tahapan PKA yang dijalankan oleh Gusti Yudhi sebagai peserta pelatihan, pelatihan kepemimpinan administrator ini adalah hasil kerjasama Program Peningkatan Kompetensi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar dengan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tahapan implementasi APAR BAMARA saat ini sedang berjalan dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan kebakaran dengan metode jemput bola memberikan sosialisasi dan edukasi langsung ke tengah- tengah masyarakat, hal ini dilakukan mengingat wilayah kabupaten banjar yang sangat luas, sehingga tidak mungkin pengendalian kebakaran hanya berpangku pada upaya pemadaman, karena hal itu tentu harus memerlukan sarpras dengan biaya yang besar sekali, sehingga unsur pencegahan sangat mungkin untuk dilakukan sebagai langkah antisipasi sebelum terjadi kebakaran atau sebelum api kecil jadi membesar dan tak terkendali dan meluas, upaya pencegahan akan efektif dan efisien apabila dilakukan langsung oleh masyarakat itu sendiri, karena merekalah yang lebih dulu dengan cepat dan tanggap terhadap lingkungan sekitarnya, untuk itu dengan APAR BAMARA ini diharapkan kesadaran masyarakat akan potensi bahaya kebakaran menjadi lebih meningkat serta dapat dibekali dengan cara2 edukasi yang lebih menarik dan menghibur, agar perhatian masyarakat dalam menyerap informasi tentang pencegahan dapat lebih optimal dan membekas dalam ingatan.

APAR BAMARA dalam tahapan sosialisasi ini dihadiri oleh OPD terkait termasuk kecamatan, kelurahan dan desa lingkup pemerintah kab. Banjar.

usai sosialisasi ini dilaksanakan, akan dilanjutkan dengan Launching APAR BAMARA tanggal 4 September 2025 di Desa Cindai Alus.

APAR BAMARA seterusnya akan diimplementasi langsung ke Desa- desa secara bertahap dengan menggandeng unsur komunitas yang ada didesa, baik kader PKK, Kader Posyandu 6 SPM, Linmas dan Relawan serta komunitas2 lainnya yang ada di desa.
(BRIGADE/DPKP/SAY17)


Komentar