Pemkab Banjar Masuki Tahap 4 Penilaian PPD

Martapura, InfoPublik - Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Bappeda Litbang Banjar mengikuti Penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) yang dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan via zoom meeting di Aula Bappeda Litbang Banjar, Rabu(10/02/2021)pagi.

Turut hadir secara daring Tim Penilai Pusat Prof.Dr. Suratno dan Tim Penilai Provinsi Kalsel di Aula Bappeda Litbang Sekda Banjar H.M Hilman, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhwansyah, Kepala Bappedalitbang Banjar Galuh Tantri Narindra serta SKPD terkait.

PPD ( Penghargaan Pembangunan Daerah ) adalah penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang menunjukkan prestasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pencapaian dan inovasi pembangunan daerah.

Menurut Sekda Banjar H.M Hilman Kabupaten Banjar saat ini masuki tahap ke-4 penilaian atas evaluasi perencanaan daerah oleh Pemerintah Provinsi Kalsel.

"Ada beberapa tahapan yang sudah dilewati dari proses berkas, verifikasi dan lainnya", jelasnya.

"Kegiatan ini menjadi intropeksi Kabupaten Banjar dalam proses perencanaan pembangunan daerahnya dengan apa yang sudah dilakukan saat ini bisa lebih baik lagi", harapnya.

Dalam hal inovasi Kabupaten Banjar mengikutsertakan inovasi Telur Asin Herbal Kemangi. Inovasi ini berasal dari Dewan Pemerintah Pusat dan Dewan Pemerintah Kabupaten Banjar dengan tujuan membantu pelaku usaha UMKM di bidang peternakan untuk meningkatkan nilai hasil jual dari produk telur yang dihasilkan, menciptakan pendapatan peternak, dan mengurangi potensi angka kemiskinan.

Produk Telur Asin Herbal Kemangi ini bisa ditemukan di Hj.Enong dan secara online serta di ritel-ritel modern.
Inovasi ini sudah mendapat uji kelayakan dari Dinas Perizinan, Disperindag, Dinas Kesehatan, dan MUI untuk mendapatkan dedikasi Halal.
Sejauh ini sudah ada beberapa daerah yang studi banding untuk mengkaji tiru inovasi bidang peternakan tersebut.

Adapun tujuan penilaian PPD ini adalah untuk mendapatkan indeks proses perencanaan pembangunan daerah yang dilaksanakan oleh masing-masing daerah dengan memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan hingga hasil dari perencanaan itu bisa optimal untuk diwujudkan saat implementasinya.

"Dengan tujuan tersebut dari masukan-masukan yang sudah dievaluasi berdasarkan daftar checklist dan periksa yang dilakukan oleh tim evaluator ini menjadi koreksi untuk perbaikan kita agar kedepan lebih baik lagi menyusun rencana pembangunan daerahnya",pungkasnya.

"Target yang diinginkan adalah dari hasil evaluasi ini akan ada perubahan dan perbaikan untuk kedepan lebih baik lagi",tutupnya.

Penghargaan Pembangunan Daerah sendiri merupakan kegiatan yang dilaksanakan Bappenas yang nantinya akan diberikan penghargaan dan Dana Insentif Daerah (DID) untuk daerah yang memiliki penilaian terbaik.(Rptr/Kominfo Banjar/Zidan)


Komentar