Membangun Koperasi Handal, DKUMPP Akan Perkuat Kelembagaan

Martapura, InfoPublik - Koperasi bukanlah rekayasa para penggiat politik ataupun prakarsa pemerintah yang bersifat dari atas (top down) melainkan organisasi swadaya masyarakat dan muncul sebagai keinginan bersama. 


Sebagai hal yang prinsipil dan membedakan antara koperasi dengan bentuk usaha kapitalis adalah bahwa koperasi merupakan kumpulan orang dan bukanlah kumpulan modal. Modal bukan penentu tapi adalah pembantu (capital is not master but servent). 


Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar I Gusti Made Suryawati saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatannya, Rabu (5/10/2022).


Menurut Made, banyak  pendapat di masyarakat yang menyebutkan bahwa koperasi dapat berkembang cepat jika modalnya besar.  Padahal, tidak semuanya berjalan demikian. Ada pondasi yang membuat koperasi kokoh dan handal yaitu kelembagaan.  


Hal inilah yang mendorong DKUMPP melakukan  kegiatan Penguatan Kelembagaan Koperasi.  Kegiatan ini dilakukan secara marathon terhadap 20 koperasi di Kabupaten Banjar sejak tanggal 12 September – 06 Oktober 2022.    


Farida Ariyati Kepala Bidang Perkoperasian menambahkan, kelembagaan koperasi di Kabupaten Banjar masih terbilang rendah, baik dari segi keterampilan, pengetahuan teknis maupun manajemen usaha.  


"Terlihat dari jumlah koperasi yang ada di Kabupaten Banjar  sampai tahun 2022 sekitar 254 buah, namun yang aktif hanya sekitar 167 dan yang sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)  hanya 62 koperasi," jelas Farida.


Menurutnya, koperasi harus memiliki basis kelembagaan yang kuat dengan menjalankan prinsip-prinsip perkoperasian. Untuk itu koperasi sebagai lembaga ekonomi kerakyatan membutuhkan penguatan kelembagaan agar mampu menjadi lembaga yang handal dan terpercaya. 


Farida menuturkan jika suatu organisasi kelembagaannya lemah, dipastikan tidak akan jalan dan sangat mempengaruhi kegiatan atau program-program selanjutnya. 


Dikatakannya, untuk mengatasi masalah tersebut, DKUMPP selaku Dinas Teknis berupaya keras dan mengambil langkah-langkah kebijakan dengan memberdayakan koperasi dan mengadakan penguatan kelembagaan bagi pengurus koperasi.   


"Pembinaan dan penguatan terhadap sektor koperasi terus dilakukan agar kualitas koperasi meningkat. Dengan begitu, koperasi akan mampu menjadi lembaga yang handal agar dapat dipercaya anggota dan masyarakat," tutur dia dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan Koperasi, Selasa (4/10/202) di Koperasi PRIMKOPPABRI - Martapura.


Lanjut I Gusti Made menegaskan bahwa pengurus koperasi harus memahami prinsip-prinsip koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Pengelolaan koperasi harus bersifat terbuka dan dilakukan secara demokratis. Selain itu, pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil dan berbanding lurus dengan besarnya jasa usaha anggotanya. 


"Mari kita satukan langkah untuk membangun koperasi  agar tumbuh dan berkembang menjadi lembaga ekonomi kerakyatan yang handal, tangguh dan terpercaya," tutup dia. (IP Kab. Banjar/Brigade DKUMPP)


Komentar