Disdik Banjar dan MKKS SMP Perkuat Koordinasi Penyesuaian ASAS dan Mutu Pendidikan

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP memperkuat koordinasi program pendidikan melalui forum yang digelar di SMP Tahfizul Qur’an, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi kepala sekolah SMP negeri dan swasta untuk menyelaraskan kebijakan, membahas agenda kedinasan, serta merumuskan langkah peningkatan mutu pembelajaran dan layanan pendidikan.

Mengawali kegiatan, Kepala SMP Tahfizul Qur’an, Yasin, S.Pd., selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Lembaga pendidikan yang berdiri sejak 2007 tersebut saat ini memiliki 78 peserta didik pada jenjang SMP. Ketua MKKS SMP Kabupaten Banjar, Yatim Dwi Margono, M.Pd., turut mengapresiasi partisipasi para kepala sekolah dan menekankan pentingnya koordinasi dalam menyikapi berbagai agenda pendidikan menjelang akhir tahun 2026.

Salah satu pembahasan utama adalah usulan penyesuaian jadwal Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) dengan mempertimbangkan agenda keagamaan 5 Rajab di Kabupaten Banjar. Jadwal yang diusulkan meliputi asesmen tertulis pada 30 November–7 Desember 2026 dan ujian praktik pada 8–12 Desember 2026, dengan penyesuaian sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Namun, usulan tersebut masih perlu dikoordinasikan dengan Seksi Kurikulum dan memperoleh persetujuan Bidang Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Banjar. Sekolah diharapkan menunggu penetapan resmi sebelum menjadikannya sebagai pedoman pelaksanaan.

Dalam arahannya, Kabid Pembinaan SMP Disdik Banjar, Hj. Darmina Budiyanti, S.Pd., M.M., mengingatkan pentingnya pengelolaan sekolah yang tertib, kepedulian terhadap peserta didik, serta komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua. Pemutakhiran data penerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan personal pemerintah daerah juga perlu dilakukan agar penyaluran bantuan sesuai dengan kondisi terkini. “Pengelolaan sekolah tidak hanya berfokus pada pemenuhan administrasi, tetapi juga pada bagaimana sekolah memastikan peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang optimal,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Koordinator Pengawas SMP Disdik Banjar, Rusita Dahlia, S.Pd., mendorong kepala sekolah melaksanakan supervisi secara konsisten untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan kesiapan guru. Ia juga menekankan pengaktifan Tim Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) untuk memperkuat pencegahan serta penanganan perundungan. “Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan pembelajaran berlangsung dengan baik sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik. Upaya pencegahan dan penanganan perundungan perlu dilakukan secara terkoordinasi, terdokumentasi, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Penguatan pembelajaran turut menjadi perhatian dalam paparan Pengawas SMP Disdik Kabupaten Banjar, Rif’ah Radhiyati, M.Pd. Ia menjelaskan pentingnya integrasi Pendidikan Perubahan Iklim (PPI) ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan, termasuk pada perencanaan pembelajaran dan kegiatan kokurikuler berbasis STEM serta Pembelajaran Mendalam. Persoalan lingkungan, seperti sampah, kebakaran hutan, dan kekeringan, dapat dijadikan konteks pembelajaran lintas mata pelajaran. Selain itu, forum membahas dukungan terhadap Gemini Academy, pengisian data oleh guru dan peserta didik, serta pengimbasan pemanfaatan teknologi digital melalui sekolah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan komunitas belajar.

Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap koordinasi dan kolaborasi antara kepala sekolah, pengawas, serta satuan pendidikan terus diperkuat untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.


Komentar