Disdik Banjar Dorong Sinergi PKBM dalam Perluasan Akses Pendidikan Kesetaraan dan Penanganan ATS
KARANG INTAN, InfoPublik – Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Kabupaten Banjar membahas sejumlah strategi peningkatan mutu pendidikan kesetaraan dan penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Kegiatan yang berlangsung di PKBM Annisa, Kecamatan Karang Intan, ini menjadi wadah koordinasi dan berbagi praktik baik untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan nonformal di Kabupaten Banjar.
Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Pembinaan PAUD, PNF/Kesetaraan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Arliza Mayasari, Kasi PNF/Kesetaraan, Ika Afriana Dahliani, serta staf Bidang PAUD dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Peserta lainnya terdiri atas kepala SPNF dan PKBM serta perwakilan tutor dari berbagai satuan pendidikan nonformal.
Sejumlah agenda strategis menjadi pembahasan, di antaranya berbagi praktik baik penyelenggaraan pendidikan dari PKBM Anggrek Meratus, Kecamatan Sungai Pinang. Forum ini juga membahas hasil koordinasi FK PKBM tingkat provinsi, rencana pertemuan dengan pihak terkait, serta pemanfaatan Dana BOP Kinerja untuk pengimbasan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi dan Numerasi, pemanfaatan Rapor Pendidikan, serta peningkatan tata kelola satuan pendidikan.
Kasi PNF/Kesetaraan Ika Afriana Dahliani menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket C yang dijadwalkan pada November 2026. Ia menekankan pentingnya kesiapan penyelenggara, koordinasi antarsatuan pendidikan, serta dukungan tutor agar pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik.
Pada kesempatan tersebut, Kabid Pembinaan PAUD, PNF/Kesetaraan Arliza Mayasari turut menyampaikan program SAPA ATS Banjar (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah) sebagai upaya memperkuat penanganan anak yang belum memperoleh layanan pendidikan. Program ini mendorong penguatan pendataan, koordinasi lintas pihak, serta fasilitasi akses pendidikan bagi anak yang ingin melanjutkan pembelajaran melalui jalur formal maupun nonformal.
“Melalui SAPA ATS Banjar, kita berharap seluruh PKBM dapat berperan aktif dalam membantu mengidentifikasi Anak Tidak Sekolah dan mendorong mereka kembali mendapatkan layanan pendidikan. Sinergi antara Dinas Pendidikan, pengelola PKBM, tutor, dan pemerintah setempat sangat penting agar tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan,” ujar Arliza Mayasari.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dan penyelenggara pendidikan nonformal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, tata kelola lembaga, serta perluasan akses pendidikan kesetaraan. Keterlibatan aktif seluruh PKBM juga menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan ATS dan mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, inklusif, serta berkelanjutan di Kabupaten Banjar.
